Beberapa faktor yang menyebabkan perdagangan Indonesia. Kriminal jaringan di seluruh Asia Tenggara, dalam mafia Traficking dan kasus penjualan anak-anak, gadis muda dan perempuan untuk eksploitasi seksual.
Kurangnya kesadaran masyarakat ketika mencari dan memilih pekerjaan yang di akibatkan minimnya pendidikan. Terlebih lagi Ketertarikan bekerja diluar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia, Hal ini menjadi salah satu peluang terhadap perdagangan perempuan dan anak di Indonesia.
Maraknya Korupsi dan lemahnya penegakan hukum di negeri ini, mengakibatkan penanganan kasus-kasus perdagangan dan pencegahan semakin berlarut-larut, korban sulit mencari perlindungan dan melakukan tututan atas kasus yang mereka alami, karena kasus tersebut tertutupi oleh berita politik dan infotainment yang marak di media televisi. Akibatnya, sekitar 30 persen dari pekerja seks di Indonesia berusia di bawah 18 tahun, yang setiap tahunnya semakin bertambah.
Keberadaan Organisasi Non Pemerintah (LSM) banyak yang telah melaporkan berbagai kasus tersebut, namuin keterbatasan biaya menjadi faktor terhentinya penyelidikan kasus tersebut, menurut Bank Dunia 17 persen penduduk indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Saat krisis moneter pada tahun 1997, hingga saat ini eksport PRT (Pembantu Rumah Tangga) masih banyak dilakukan, mengingat kecilnya peluang kerja didalam negeri, Kemiskinan adalah potensi yang mendorong orang untuk mencari pekerjaan apa pun tanpa mempertimbangkan beresiko menjadi korban untuk diperdagangkan. kondisi seperti inilah yang semakin memperluas gerak mafia perdagangan dan eksploitasi perempuan, anak-anak, dan pekerja migran. Mereka kemudian menjadi korban di negeri asing dengan tidak ada kesempatan untuk mencari bantuan.
Selain itu bencana tsunami di Aceh menjadi salah satu indikasi bahwa anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya di Desember 2004. Terindikasi menjadi korban perdagangan di kawasan Asia Tenggara, Kekhawatiran perdagangan anak-anak yatim piatu ini muncul di beberapa negara yang terkena bencana tsunami termasuk di Indonesia, menanggapi hal tersebut pemerintah di sejumlah Negara mengantisipasi dengan segera guna pencegahan. Terlebih para pedagang biasanya memanfaatkan anak-anak yang tidak memiliki akte kelahiran dan tidak tercatat dalam catatan sipil karena sebelum tragedi bencana orang tua mereka mengabaikan pembuatan akte kelahiran, biasanya terjadi di desa-desa.
Selain itu pada tahun 1999 telah dilaporkan menyebabkan lonjakan jumlah pedofil Australia bepergian ke Indonesia untuk wisata seks, sebagai pelanggar mencari orang meninggalkan rentan oleh mereka situasi krisis. Pemerintah Indonesia telah mengakui bahwa prostitusi anak dan wisata seks anak merupakan masalah utama, khususnya di Bali dan Batam. Penyebaran virus HIV dan AIDS menjadi kendala yang belum dapat ditangani mengingat kedatangan para wisatawan asing belum dapat terakomodir dengan pemeriksaan bebas HIV dan AIDS.
Pernikahan paksa oleh orang tua atau sanak keluarga lainnya terus berlimpah di daerah/pedesaan. Banyak dari perempuan menikah dengan pria yang tinggal di luar komunitas dan daerah mereka atau bahkan dengan orang dari Luar negeri yang berkunjung dan semata untuk berwisata. Di sisi lain Beberapa keluarga di pelosok datau desa biasanya mengirimkan anak-anak mereka pada keluarga kaya atau kerabat mereka yang tinggal diperkotaan yng mereka titipkan untuk bekerja. secara tradisional praktek-praktek seperti itu kerap terjadi, dan peluang untuk mempekerjakan anak-anak dan gadis belia sebagai pekerja seksual tidak dapat dipungkiri, walaupun proses seperti ini tidak dianggap sebagai bentuk perdagangan atau sebagai eksploitatif.
Terinspirasi dari Artikel : Deborah Haynes, "Masyarakat Internasional Harus Fight Sex Jaringan Anak di Asia Tenggara: PBB," Perancis Agence Presse, 19 April 2004. , Brian Calvert, "Dalam Kasus Perdagangan, Pengadilan menolak keras lagi," Kamboja Harian, 27 Feb 2002. http://www.idlo.int/DOCNews/Human_trafficking.pdf. Bank Dunia, Indonesia-Membuat Perlindungan Sosial Bagi Masyarakat Miskin, http://go.worldbank.org/F2LPL03T00http://www.icmc.net/pubs/trafficking-women-and-children-indonesia.
.
HOT NEWS
SELAMAT DATANG
^
7 Mar 2011
25 Des 2010
MAHASISWA KEPRI AKAN GELAR TEMU BEM SABANG SAMPAI MERAUKE

Bumi (25/12/2010) Mahasiswa Kepulauan Riau akan menyelenggarakan Agenda Nasional Temu Badan Eksekutif Mahasiswa dari sabang sampai merauke pada bulan februari 2011 mendatang, "begitu banyak pertemuan yang dilakukan dalam Agenda Temu BEM secara resmi di tanah air namun selalu terkesan kaku dan tegang, dalam hal ini kami bekerjasama dengan beberapa Universitas dan Perguruan tinggi di berbagai penjuru tanah air, untuk menyelenggarakan Pertemuan yang mungkin baru pertama kali diadakan di Indonesia, karena Agenda lebih dominan belajar sambil refreshing di batas teritorial bangsa ini, yang rencananya akan keliling di beberapa pulau yang ada di Kepri, yakni pertemuan BEM dari sabang sampai merauke, tanpa rekomendasi untuk si A dan si B, kita akan kemas seperti halnya belajar di zona wisata di pulau indah ini, jadi mahasiswa dapat rileks namun tanpa melupakan isi yakni persaudaraan sesama kaum intelektual" Ujar Hendra Mahasiswa Kepri.
Lanjutnya "Agenda ini tidak tersekat dengan kesan kumpulan badan eksekutif yang selama ini terbentuk dengan beragam nama, acara ini sengaja diselenggarakan netral agar tak terkesan mengkotak-kotakan mahasiswa dengan beragam singkatan yang selama ini terbentuk, harapannya temu BEM di Kepri bisa menjalin persaudaraan dan mempersatukan rasa kebersamaan yang hilang dan dirindukan, suri tauladan persatuan kaum intelektual yang utuh kepada masyarakat indonesia, yang diharapkan menjadi cermin dalam bingkai NKRI dan Bhineka tunggal ika, untuk itu kami mohon doa dan dukungannya untuk kelancaran Agenda ini ya" ujarnya dengan semangat seraya tersenyum (GA)
Bangalore Dan Pendidikan Kita

Semua yang ditanya apakah pendidikan memegang posisi yang sangat penting dalam memajukan sebuah negara akan menganggukkan kepala. Namun, saat berbicara tentang aksi menjadikan pendidikan sebagai sarana mencetak sumberdaya manusia yang memiliki ruh kompetisi,belum tentu semua akan mendukungnya. India punya Bangalore dimana wilayah itu juga disebut “Silicon Valley” tempat berkumpul ribuan perusahan teknologi informasi dunia. Bangalore menyediakan kwalitas manusia yang sangat siap dengan apa yang sedang dan akan terjadi dalam arus besar perobahan peradaban. Kelebihan India dari kawasan lain adalah kualitas pendidikannya yang luar biasa. Keberuntungan mewarisi tradisi penjajah bangsa Inggris, membuat pendidikan menjadi nyawa pembangunan India. Cerita dari Bangalore di atas seharusnya menampar kedua pipi kita bahwasanya kita masih jauh tertinggal dari negara-negara Asia lainnya. Apakah setelah itu kita sadar atau tidak ?. Ini berada dalam wilayah komitmen semua pihak.
Di era globalisasi ini, invetasi modal finansial juga harus disertai dengan investasi sumber daya manusia. Mesin atau teknologi yang diimport dari luar, tidak akan bisa dijalankan oleh tenaga lokal ketika tidak ada satupun anak negeri yang bisa mengoperasikannya. Sumber daya alam yang terserak tidak akan bisa digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, saat kita masih memakai tangan asing yang hanya peduli pada profit semata. Investasi finansial ada di wilayah penguatan ekonomi, sedangkan kualitas manusia ada dalam wilayah pendidikan. Ternyata kita masih berjalan separuh arena, kita belum bulat dalam bentuk, belum seirama dalam alunan. Indikasinya, sejak merdeka, baru beberapa tahun yang lalu politik anggaran berpihak pada pendidikan sebesar 20 persen. Itupun diduga tidak penuh karena dibebankan dengan gaji pendidik. Indikasi lainnya, adalah gejala bagaimana cara melakukan evaluasi belajar yang bermutu. Contohnya adalah Ujian Nasional (UN) tidak pernah sepi dari pro kontra. Lantas bagaimana kita melaksanakan amanat yang tertuang dalam pembukaan UUD, mencerdaskan kehidupan bangsa ?
Matra pendidikan kita baiknya fokus pada bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selama ini kita masih berada dalam wilayah pengetahuan. Padahal, saat batas negara semakin menipis, persaingan semakin ketat, maka keterampilan dan sikap layak untuk kita kembangkan. Dengan modal pengetahuan, memiliki keterampilan yang didukung oleh sikap yang positif tentunya tidak akan membuat kita menjadi bangsa kuli atau kuli diantara bangsa-bangsa. Guru Besar Universitas Waseda Jepang, Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih. Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung, meneliti, menghafal dan menghayal.
Anggaran pendidikan nasional seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar seharusnya “benar-benar” dibebaskan dari segala beban biaya. Dikatakan “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya,barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan tingkat selanjutnya.
Investasi pada awalnya memang memerlukan pengeluaran,namun investasi pendidikan tidak akan pernah merugikan. Disamping itu ada hal yang tidak tampak namun penting yakni good will dari semua pihak khususnya penyelenggara negara. Karena pemerintah punya potensi melenceng, maka juga butuh elemen kontrol sosial yang juga kuat. Semua punya hak dan kewajiban masing-masing dalam menjalankan peran. Namun yang tetap harus diingat, pendidikan gratis maupun yang murah dan berkualitas adalah harga mati bagi bangsa yang ingin jadi tuan dinegeri sendiri, bukan bangsa kuli, budak diantara bangsa-bangsa.
TOLET
Ketua umum DPC GmnI Bekasi
24 Des 2010
Ibadah Jemaat HKBP Bekasi : Menyambut sang Juru Selamat
BUMI (24/12/2010) Malam ini Suara puji-pujian terdengar syahdu dari dalam Gereja HKBP, dalam penyambutan kelahiran sang juru selamat yesus kristus, menyambut datangnya hari natal esok.
Seorang jemaat bernama Manorangi Siahaan mengatakan “malam perayaan ini dihadiri kalangan remaja hingga orang tua, kehikmatan hanya sebagian kecil yang merasakan, yang didalam mungkin lebih hikmat melaksanakan prosesi acara, kenyataannya banyak jemaat yang masih berada diluar ruangan, mengingat kapasitas ruangan tidak mencukupi, “
Lanjutnya “ia mewakili aspirasi dari jemaat HKBP berharap besar Pemkot dapat mengeluarkan izin mendirikan tempat peribadatan yang permanen” ujar mantan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia ini, sebelum menutup wawancara ia menyatakan dengan santun, untuk jemaat Non Kristen salam perdamaian. (GA)`
17 Des 2010
DI KOTA BEKASI : DI ADAKAN SEMINAR TOLERANSI DAN PERDAMAIAN ANTAR UMAT BERAGAMA
Bumi, Bekasi (17/12/2010) Jumat sore bertempat di NIC's Cafe JL. Juanda bekasi, berlangsung seminar Penguatan Kesetaraan Toleransi dan Perdamaian bagi kelompok muda di Bekasi dilaksanakan oleh PC.LAKPESDAM Kota Bekasi, seharusnya yang menjadi keynote speaker dalam acara tersebut adalah H.Rahmat effendi, namun beliau tidak dapat hadir dan digantikan oleh salah satu perwakilan dari Kesbangpol Kota Bekasi,
Dengan Narasumber diantaranya Imdadun Rahmat selaku wasekjen PBNU, Sukur H Nababan, ST selaku anggota DPR RI, Ronny Hermawan, SH selaku ketua umum DPP Gema Budhi, Stefanus Asat Gusma selaku Ketua Presidium Pusat PMKRI, yang dihadiri beberapa Organisasi Nasional daerah dan LSM di Kota Bekasi.
Acara berlangsung cukup hikmat dan mengahasilkan buah pikir yang positif, salah satunya adalah menggerakkan penyadaran berbangsa dan beragama diseluruh lapisan masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas kerukunan Umat beragama tanpa harus membahas tentang sensitifitas beragama, menerapkan sifat profetik dari setiap ajaran yang dianut sebagaimana agama masing-masing, hal tersebut diungkapkan Adhyp Glank salah satu peserta dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), yang di Amini oleh Sukur Nababan selaku pembicara,
hal tersebut disikapi sehingga memunculkan usulan program berkelanjutan dalam bentuk yang lebih kongkrit dimasyarakat yang diusulkan oleh Aan setiaji perwakilan Peserta dari KAMMI, dalam hal ini Syukur Nababan siap memfasilitasi anggaran biaya setiap bulannya. " saya siap memfasilitasi Rp 15 juta perbulan demi terlaksananya program tersebut" ujarnya, sebagai langkah awal Syukur memberikan dana awal sebesar rp.25 juta secara kontan". (GA)
Dengan Narasumber diantaranya Imdadun Rahmat selaku wasekjen PBNU, Sukur H Nababan, ST selaku anggota DPR RI, Ronny Hermawan, SH selaku ketua umum DPP Gema Budhi, Stefanus Asat Gusma selaku Ketua Presidium Pusat PMKRI, yang dihadiri beberapa Organisasi Nasional daerah dan LSM di Kota Bekasi.
Acara berlangsung cukup hikmat dan mengahasilkan buah pikir yang positif, salah satunya adalah menggerakkan penyadaran berbangsa dan beragama diseluruh lapisan masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas kerukunan Umat beragama tanpa harus membahas tentang sensitifitas beragama, menerapkan sifat profetik dari setiap ajaran yang dianut sebagaimana agama masing-masing, hal tersebut diungkapkan Adhyp Glank salah satu peserta dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), yang di Amini oleh Sukur Nababan selaku pembicara,
hal tersebut disikapi sehingga memunculkan usulan program berkelanjutan dalam bentuk yang lebih kongkrit dimasyarakat yang diusulkan oleh Aan setiaji perwakilan Peserta dari KAMMI, dalam hal ini Syukur Nababan siap memfasilitasi anggaran biaya setiap bulannya. " saya siap memfasilitasi Rp 15 juta perbulan demi terlaksananya program tersebut" ujarnya, sebagai langkah awal Syukur memberikan dana awal sebesar rp.25 juta secara kontan". (GA)
14 Des 2010
PENYIDIKAN KPK TERKAIT KASUS KORUPSI APBD BEKASI TAHUN 2010 DAN TERKAIT SUAP PEMENANGAN PIALA ADIPURA.

Setelah melakukan pemeriksaan kurang lebih 7 jam pukul 10.15 WIB, KPK resmi menahan Mochtar Muhammad di rutan Salemba. Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan KPK, terkait kasus korupsi APBD Bekasi tahun 2010 dan suap terkait pemenangan piala Adipura kota Bekasi.
"Insya Allah, untuk kepentingan penyidikan, hari ini kita melakukan penahanan," ujar Wakil Ketua KPK, Haryono Umar kepada media.
Kuasa hukum Mochtar, Sirra Prayuna, Jakarta, Senin (13Des 2010). Mengatakan "Kita akan mempertimbangkan melakukan langkah hukum. Tadi belum diperiksa karena sampai sore tadi Pak Mochtar belum menunjuk kuasa hukum, tapi justru yang keluar surat penahanan dari Pak Haryono Umar, Belum diperiksa sudah ditahan,". Menurutnya Pertimbangan dampak lain menurut Sirra akan hal tersebut yakni Terganggunya proses penyelenggaraan di Pemkot Bekasi, sangat mengganggu proses pelayanan masyarakat " tegasnya.
Diluar tampak ramai pendukung dari M2 nama akrab Mochtar Muhammad sang walikota, yang berteriak ketika sang walikota diboyong masuk mobil tahanan KPK berplat nomor B2040BQ dan dibawa menuju Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
13 Des 2010
BUMI EDISI 1
Bismillahi rahmani rahim,
Assalamualaikum, wr.wb.
Segenap jajaran Redaksi Buletin Mahasiswa Islam (BUMI) Insyallah akan melaksanakan Peluncuran perdana Buletin Mahasiswa Islam (BUMI), pada :
Rabu, 15 Desember 2010,
Bertempat di Tepi Kalimalang Unisma 45 Bekasi,
MOHON DOA & RESTU
Semoga menjadi Media Informasi bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Bekasi (red)
Karya Raja Ali Haji

Karya Raja Ali Haji yang mengurai soal bahasa ialah Bustan al-Katibin (1850) dan Kitab Pengetahuan Bahasa (1858). Buku pertama memuat penjelasan tentang pembagian kelas kata yang sampai hari ini masih relevan, dan yang kedua merupakan kamus monolongual Melayu pertama yang disusun penduduk pribumi. Kamus ini mencakup juga kosa kata Melayu yang dipergunakan bangsa-bangsa serumpun di wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam.
Sosok dan karya Raja Ali Haji, akan mendapat pandanan yang lebih luas lagi jika dikaitkan dengan bahasa Melayu yang sejak berabad-abad lalu menyandang fungsi sebagai lingua-franca. Yaitu, bahasa pemersatu yang berkembang secara luas di bandar-bandar Nusantara. Terlepas dari campur-tangan kolonial yang membutuhkan keadaan monolingual untuk mempertalikan daerah jajahan, bahasa Melayu-Riau memang punya potensi besar dicerap lidah berbagai bangsa. Pusat penyebarannya strategis: di gerbang lalu-lintas dunia, Selat Malaka. Para pemakainya meluas dari Semenanjung Malaysia, Riau daratan, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitrnya. Membuat bahasa ini tidak saja gampang diakses dan akomodatif terhadap berbagai etnik Nusantara, tetapi juga menjadi pelintas-batas bangsa serumpun.
Upaya Raja Ali Haji menyusun kamus dan tata-bahasa Melayu, yang notabene ibu bahasa Indonesia itu, merefleksikan pandangan jauh ke depan, terutama dalam wacana bahasa kawasan. Jika mau jujur, momentum inilah yang dihidupkan kembali oleh Sutan Takdir Alisyahbana, sosok alternatif lain tanah air, yang bercita-cita besar menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan internasional. Untuk itu STA berjuang keras menyatukan persepsi dengan bangsa serumpun seperti Malaysia, Singapura, Brunai, termasuk Thailand dan Filipina bagian selatan, tentang pentingnya bahasa Melayu sebagai bahasa kawsan. Maklumlah, jumlah pemakainya paling besar di dunia, kawasan penyebaran strategis dan eksistensinya sebagai bahasa utama di beberapa negara.
NASKAH GURINDAM 12
INILAH GURINDAM DUABELAS NAMANYA
Karya : Raja Ali Haji
Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta shalawatnya Nabi yang akhirul jaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya. Amma ba’du
daripada itu maka tatkala sampailah Hijratun Nabi 1263 Sanah kepada dua puluh tiga hari bulan Rajab hari Selasa mana (…..)
telah ta’ali kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang satu gurindam cara Melayu yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada perkataannya itu pada orang yang ada menaruh akal maka adalah banyaknya gurindam itu hanya dua belas pasal di dalamnya.
Syahdan Adalah beda antara gurindam dengan syair itu aku nyatakan pula bermula arti syair Melayu itu perkataan yang bersajak yang serupa dua berpasang pada akhirnya dan tiada berkehendak pada sempurna perkataan pada satu-satu pasangnya bersalahan dengan gurindam.
Adapun arti gurindam itu yaitu perkataan yang bersajak juga pada akhir pasangannya tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya sahaja jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu
jadi seperti jawab.
Bermula inilah rupanya syair.
Dengarkan tuan suatu rencana
Mengarang di dalam gundah gulana
Barangkali gurindam kurang kena
Tuan betulkan dengan sempurna
Inilah arti gurindam yang di bawah syatar ini
Persamaan yang indah-indah
Yaitu ilmu yang memberi faedah
Aku hendak bertutur
Akan gurindam yang beratur
INI GURINDAAM PASAL YANG PERTAMA
Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilang nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
INI GURINDAM PASAL YANG KEDUA
Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji
INI GURINDAM PASAL YANG KETIGA
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi
INI GURINDAM PASAL YANG KEEMPAT
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah
Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor
Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi
Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih
INI GURINDAM PASAL YANG KELIMA
Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
INI GURINDAM PASAL YANG KEENAM
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
INI GURINDAM PASAL YANG KETUJUH
Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta
Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itu tanda hampirkan duka
Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih
Apabila banyak mencat (mencacat?) orang
Itulah tanda dirinya kurang
Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut
Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar
INI GURINDAM PASAL YANG KEDELAPAN
Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya
Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya
Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar
Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa
Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan
Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka
INI GURINDAM PASAL YANG KESEMBILAN
Tahu pekerjaan tak baik tetapi d**erjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan
Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa
Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja
Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan
Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru
INI GURINDAM PASAL YANG KESEPULUH
Dengan bapa jangan derhaka
Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil
INI GURINDAM PASAL YANG KESEBELAS
Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendak jadi kepala
Buang perangai yang cela
Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Hendak marah
Dahulukan hujjah
Hendak dimalui
Jangan memalui
Hendak ramai
Murahkan perangai
INI GURINDAM PASAL YANG KEDUABELAS
Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat
Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta
Tamatlah gurindam yang duabelas pasal yaitu karangan kita
Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu
dua ratus enam puluh tiga kepada tiga likur
hari bulan Rajab Selasa jam pukul lima
Negeri Riau Pulau Penyengat
(sumber : wikipedia & http://gurindampena.wordpress.com/2008/08/07/raja-ali-haji-sosok-alternatif-dan-lingua-franca/ )
12 Des 2010
LINGKAR MEDIA BEKASI: LAUNCHING PERDANA BUMI - BULETIN MAHASISWA ISLAM ...
LINGKAR MEDIA BEKASI: LAUNCHING PERDANA BUMI - BULETIN MAHASISWA ISLAM ...: ", ,
Bismillahi rahmani rahim
Assalamualaikum, wr.wb.
Segenap jajaran Redaksi Buletin Mahasiswa Islam (BUMI) Insyallah akan melaksanakan Peluncuran perdana Buletin Mahasiswa Islam (BUMI), pada :
Rabu, 15 Desember 2010,
Bertempat di Tepi Kalimalang Unisma 45 Bekasi,
MOHON DOA & RESTU
Semoga menjadi Media Informasi bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Bekasi (red)
Bismillahi rahmani rahim
Assalamualaikum, wr.wb.
Segenap jajaran Redaksi Buletin Mahasiswa Islam (BUMI) Insyallah akan melaksanakan Peluncuran perdana Buletin Mahasiswa Islam (BUMI), pada :
Rabu, 15 Desember 2010,
Bertempat di Tepi Kalimalang Unisma 45 Bekasi,
MOHON DOA & RESTU
Semoga menjadi Media Informasi bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Bekasi (red)
10 Des 2010
EGOSENTRISM ORGANISASI
OLEH : ADHYP GLANK
Negara indonesia dikenal dengan negara yang menghasilkan begitu banyak organisasi, jumlahnya sudah hampir mendekati angka 15.000, jumlah yang tak sedikit , begitu banyak golongan dan kalangan membentuk sebuah organisasi dari yang paling muda hingga yang paling tua, tentunya dengan tujuan dan pergerakan berbeda-beda, namun dibalik dari jumlah yang terhitung banyak tersebut, muncul pertanyaan – pertanyaan, diantaranya :
Mengapa ada organisasi ? Pertanggung jawaban nyata organisasi ? Apa hasil nyata organisasi ? Tindak lanjut organisasi ? Bersatukah organisasi ?
Hal tersebut juga menjadi pertanyaan diri pribadi penulis, sehingga penulis mencoba untuk memaparkan gejala – gejala yang terjadi, istilah “pengkotak-kotakan”, seringkali terdengar ketika muncul pertanyaan “kenapa tak bersatu?”, alasannya “Beda Cara Pandang”, “Beda Penerapan” , “Beda Ideologi”, “Beda Organisasi”, “ Beda Pola Pikir”, “Beda Gaya”, “Beda Sifat”, “Beda Sikap”, “Beda Selera”, “Beda Pendapat” sampai masalah pribadi disangkut pautkan dalam sebuah jawaban, sehingga begitu banyak perbedaan – perbedaan lainnya menjadi muncul.
Sadar atau tidak sadar kita memang diciptakan berbeda oleh pencipta karena didalam perut sendiri atau bersama-sama tetap saja ada yang berbeda, apakah perbedaan tersebut menjadi cikal bakal perbedaan yang tidak dapat merealisasikan sebuah bahasa “satu”, kita Satu Pencipta, Satu Alam, Satu Bumi, Satu Negara, Satu Bangsa, Satu Wilayah, Satu Kota, Satu Kelurahan, Satu Desa, Satu Kecamatan, Satu Rukun Warga, Satu Rumah Tangga, Satu Rumah, Satu Ibu, Satu Bapak, Satu Saudara, satuan dari rangkaian yang terkait satu dengan lainnya. Namun muncul pertanyaan “Bagaimana menyatukan pikiran dan jiwa?” jawablah dengan alasanmu menentukan perbedaan, kemudian hancurkan itu semua, jadilah satu, sama sama hancur, sama sama rusak, maka kalian adalah satu pikiran dan satu jiwa yang hancur, segala hal entah itu baik ataupun buruk, Dahsyatnya makna kalimat “Bhineka tunggal Ika”.
Terciptanya surga dan neraka adalah kotak yang dibuat Pencipta setelah alam kehidupan menuju kematian, Bumi dan alam semesta adalah pemersatu dari para penghuni surga dan neraka, terima tidak terima kalian adalah satu.
Jika masih tidak terima, satukan semua perbedaan, “karena tidak mau disatukan” jadikanlah alasan, lalu demo dan hujat lah sang pencipta yang membuat kita seperti ini, Dia lah yang menyatukan dan membedakan kalian. Jika memungkinkan buatlah pencipta menyerah, dengan kalian perkuat diri bernegosiasi bersama, maka dengan cara tersebut kalian akan mampu menyuruh Pencipta mengikuti apa yang kalian inginkan, itu pun jika Pencipta Menyerah, jika setuju Mari bangun kekuatan dari perbedaan dan persatuan menjadi satu, buatlah Pencipta menyerah. Berani?
Dengan hal tersebut, jangan kan menurunkan seorang presiden, menurunkan matahari pun kalian mampu, jangan kan mengubah sistem, merubah kehidupan dunia pun kalian bisa, maka kalian akan mampu menguasai dunia dan alam semesta, karena yang menciptakan alam semesta sudah patuh dan tunduk pada kalian, Egosentrism.
YAKIN KAH USAHA SAMPAI ?
Negara indonesia dikenal dengan negara yang menghasilkan begitu banyak organisasi, jumlahnya sudah hampir mendekati angka 15.000, jumlah yang tak sedikit , begitu banyak golongan dan kalangan membentuk sebuah organisasi dari yang paling muda hingga yang paling tua, tentunya dengan tujuan dan pergerakan berbeda-beda, namun dibalik dari jumlah yang terhitung banyak tersebut, muncul pertanyaan – pertanyaan, diantaranya :
Mengapa ada organisasi ? Pertanggung jawaban nyata organisasi ? Apa hasil nyata organisasi ? Tindak lanjut organisasi ? Bersatukah organisasi ?
Hal tersebut juga menjadi pertanyaan diri pribadi penulis, sehingga penulis mencoba untuk memaparkan gejala – gejala yang terjadi, istilah “pengkotak-kotakan”, seringkali terdengar ketika muncul pertanyaan “kenapa tak bersatu?”, alasannya “Beda Cara Pandang”, “Beda Penerapan” , “Beda Ideologi”, “Beda Organisasi”, “ Beda Pola Pikir”, “Beda Gaya”, “Beda Sifat”, “Beda Sikap”, “Beda Selera”, “Beda Pendapat” sampai masalah pribadi disangkut pautkan dalam sebuah jawaban, sehingga begitu banyak perbedaan – perbedaan lainnya menjadi muncul.
Sadar atau tidak sadar kita memang diciptakan berbeda oleh pencipta karena didalam perut sendiri atau bersama-sama tetap saja ada yang berbeda, apakah perbedaan tersebut menjadi cikal bakal perbedaan yang tidak dapat merealisasikan sebuah bahasa “satu”, kita Satu Pencipta, Satu Alam, Satu Bumi, Satu Negara, Satu Bangsa, Satu Wilayah, Satu Kota, Satu Kelurahan, Satu Desa, Satu Kecamatan, Satu Rukun Warga, Satu Rumah Tangga, Satu Rumah, Satu Ibu, Satu Bapak, Satu Saudara, satuan dari rangkaian yang terkait satu dengan lainnya. Namun muncul pertanyaan “Bagaimana menyatukan pikiran dan jiwa?” jawablah dengan alasanmu menentukan perbedaan, kemudian hancurkan itu semua, jadilah satu, sama sama hancur, sama sama rusak, maka kalian adalah satu pikiran dan satu jiwa yang hancur, segala hal entah itu baik ataupun buruk, Dahsyatnya makna kalimat “Bhineka tunggal Ika”.
Terciptanya surga dan neraka adalah kotak yang dibuat Pencipta setelah alam kehidupan menuju kematian, Bumi dan alam semesta adalah pemersatu dari para penghuni surga dan neraka, terima tidak terima kalian adalah satu.
Jika masih tidak terima, satukan semua perbedaan, “karena tidak mau disatukan” jadikanlah alasan, lalu demo dan hujat lah sang pencipta yang membuat kita seperti ini, Dia lah yang menyatukan dan membedakan kalian. Jika memungkinkan buatlah pencipta menyerah, dengan kalian perkuat diri bernegosiasi bersama, maka dengan cara tersebut kalian akan mampu menyuruh Pencipta mengikuti apa yang kalian inginkan, itu pun jika Pencipta Menyerah, jika setuju Mari bangun kekuatan dari perbedaan dan persatuan menjadi satu, buatlah Pencipta menyerah. Berani?
Dengan hal tersebut, jangan kan menurunkan seorang presiden, menurunkan matahari pun kalian mampu, jangan kan mengubah sistem, merubah kehidupan dunia pun kalian bisa, maka kalian akan mampu menguasai dunia dan alam semesta, karena yang menciptakan alam semesta sudah patuh dan tunduk pada kalian, Egosentrism.
YAKIN KAH USAHA SAMPAI ?
PEMIMPIN ADALAH PELAYAN BAGI RAKYATNYA
Oleh : Adhyp Glank
Pemimpin yang bagaimana yang dapat mewariskan nilai-nilai positif bagi mereka yang dipimpin ?
Bagaimana cara ia melakukan pewarisan positif terkait masa lalu, masa kini, dan masa depan ?
Kouzes dan Poster mengutip perkataan John Gardner menyatakan bahwa ”Suatu konstituen yang loyal menang ketika orang secara sadar atau tidak menilai pemimpin mereka mampu menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka”.
Banyaknya pengangguran karena Kesulitan mencari pekerjaan, bahan kebutuhan pokok yang mahal dan nyaris tak terjangkau, mahalnya biaya pendidikan, minimnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin , terjadi di negeri ini, belum sepenuhnya dapat dipenuhi, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, naiknya harga BBM hingga membuat ongkos transportasi semakin melambung tinggi, jelas memukul rakyat dengan telak, setelah krisis moneter rakyat bukannya terbebas dari kemiskinan namun ditambah dengan krisis dari isi kepala (pencerdasan), nurani (moralitas dan keimanan), isi perut (kelaparan), hingga isi dompet (kemiskinan). Tulisan ini terbentuk dalam upaya menstimulus nilai kritis dan berharap menjadi sebuah penyelesaian berupa tindakan nyata bagi masyarakat.
Nancy Ortberg, mantan pendeta, dosen di Gereja Willow Creek menyatakan (Kouzes & Posner, 2007: 8) : “Tanpa elemen kepemimpinan yang melayani, yang dapat anda dapatkan mengenai motivasi seseorang adalah tingkat harus. Dengan berlalunya waktu hal itu akan membentuk organisasi yang sempit dan picik…”
Bangsa ini seharusnya mulai menilai secara objektif, apakah pemimpin kita saat ini sudah melaksanakan tugasnya dan melayani dengan baik? Kenapa demikian, karena seorang pemimpin membutuhkan Umpan balik untuk mengukur kinerja mereka, selama ini keberhasilan kecil terlalu di besar-besarkan, namun kegagalan besar terkesan lebih ditutup-tutupi, saya beri contoh kongkrit, kasus BLBI, kasus Century, Kasus lumpur lapindo, kasus Jaksa Agung, Mafia peradilan, mafia kasus, belum lagi kasus Freeport, kasus Newmont, kasus Cepu, DOM Aceh,dll. yang entah bagaimana penyelesaiannya, menjadi dongeng yang tidak enak di dengar telinga atau menjadi pembicaraan sejarah yang memilukan dibahas di dunia internasional.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan suri tauladan untuk anak buahnya, cerminan dari seorang pemimpin adalah tingkah laku anak buahnya, seperti halnya cerminan anak hasil didikan orang tua dan gurunya. Belum lama ini kasus memalukan tentang penoyoran seorang anak kecil yang terjadi oleh pihak pengamanan, perlakuan petugas Paspampres yang melakukan intervensi terhadap pengguna jalan, bisa menjadi parameter cermin dari pemimpinnya. Tujuan pemimpin adalah memobilisasi orang lain agar melayani demi suatu tujuan. Jika perlu berkorban untuk melaksanakan pelayanan. Ketika seseorang mengambil keputusan untuk menjadi pemimpin, maka ia wajib melayani bukan dilayani, karena Pemimpin adalah pelayan untuk yang dipimpin.
Mengutip perkataan Peter Drucker : “Orang belajar paling banyak saat mengajari orang lain”. Dengan demikian maka pemimpin harus menjadi pengajar, karena ketika mereka mengajar mereka sedang belajar. Tidak semua pemimpin melihat dan memahami cara ini, ketika kekeliruan pemahaman terjadi, Rakyat menjadi kelinci uji coba kebijakan, pembaca masih ingat konversi minyak tanah ke gas, berapa banyak korban harta dan nyawa karena kebijakan tersebut,
Mari belajar matematika bersama, berapa jumlah total ledakan yang terjadi hingga hari ini?, berapa rata-rata besaran setiap ledakan, selanjutnya kita jumlahkan dengan quota tragedy, berapa hasilnya? Setara dengan gempa berapa skala richter? Kemudian kita comparasi atau bandingkan dengan tragedy pengeboman di kuningan dan J.W Marriot, Apakah Jumlah tersebut cukup untuk meledakkan Istana dan seisinya. Just kidding….!!!
Kita lanjutkan kembali, sayangnya tidak semua pemimpin cerdas, ini dikarenakan suatu kesalahan fatal memilih pemimpin bukan karena kecerdasan tapi karena tampilan, namun penulis yakin bahwa suatu ketika nanti hal tersebut menjadi pembelajaran terbaik bagi bangsa ini, dan ini juga harus di sadari oleh para pemimpin yang baik dan tidak baik, bahwa kemampuanlah yang harus dominan dibandingkan tampilan.
Bukalah interaksi antara pemimpin dengan yang dipimpin, sehingga dapat dirangkai menjadi peluang emas bersama masyarakat, bukan untuk menaikkan popularitas pribadi ataupun naik gaji sendiri sebagai yang tertinggi, mulailah membuka interaksi kepada masyarakat, jadikan penyelesaian jangan jadikan keluhan apalagi curhatan, jadikan ini kesempatan belajar bagi pemimpin yang cerdas dan tidak cerdas serta yang dipimpinnya.
Penulis sangat meyakini bahwa masyarakat tidak tutup mata dengan keadaan, kritik pedas jadikan bumbu untuk makan sehari, mulai kooperatif jangan main hakim sendiri, fungsikan legislative, kalian sama sama dipilih oleh masyarakat, mulai berbagi tugas, tanggung jawab dan peranan untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan bagi bagi proyek yang menguntungkan pribadi semata, jika semua berjalan dengan baik dan benar, kue otomatis datang, biar kecil halal buat di telan. Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk pembaca dan penulis khususnya, sebagai calon pemimpin yang baik dimasa nanti,
Walaupun kesempurnaan sejati hanya milik Tuhan, namun mengejar kesempurnaan minimal outputnya mendekati kesempurnaan, itu sudah lebih baik, Jadikan bentuk kritik ini adalah kritik cinta (konstruktif), yang diharapkan pembaca dan penulis belajar dari keadaan nyata yang terjadi, hingga pemaknaan dan perbuatan bermakna menjadi pelajaran dan cita cita yang harus kita lakukan demi perbaikan generasi dimasa depan.
YAKIN USAHA SAMPAI
Pemimpin yang bagaimana yang dapat mewariskan nilai-nilai positif bagi mereka yang dipimpin ?
Bagaimana cara ia melakukan pewarisan positif terkait masa lalu, masa kini, dan masa depan ?
Kouzes dan Poster mengutip perkataan John Gardner menyatakan bahwa ”Suatu konstituen yang loyal menang ketika orang secara sadar atau tidak menilai pemimpin mereka mampu menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka”.
Banyaknya pengangguran karena Kesulitan mencari pekerjaan, bahan kebutuhan pokok yang mahal dan nyaris tak terjangkau, mahalnya biaya pendidikan, minimnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin , terjadi di negeri ini, belum sepenuhnya dapat dipenuhi, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, naiknya harga BBM hingga membuat ongkos transportasi semakin melambung tinggi, jelas memukul rakyat dengan telak, setelah krisis moneter rakyat bukannya terbebas dari kemiskinan namun ditambah dengan krisis dari isi kepala (pencerdasan), nurani (moralitas dan keimanan), isi perut (kelaparan), hingga isi dompet (kemiskinan). Tulisan ini terbentuk dalam upaya menstimulus nilai kritis dan berharap menjadi sebuah penyelesaian berupa tindakan nyata bagi masyarakat.
Nancy Ortberg, mantan pendeta, dosen di Gereja Willow Creek menyatakan (Kouzes & Posner, 2007: 8) : “Tanpa elemen kepemimpinan yang melayani, yang dapat anda dapatkan mengenai motivasi seseorang adalah tingkat harus. Dengan berlalunya waktu hal itu akan membentuk organisasi yang sempit dan picik…”
Bangsa ini seharusnya mulai menilai secara objektif, apakah pemimpin kita saat ini sudah melaksanakan tugasnya dan melayani dengan baik? Kenapa demikian, karena seorang pemimpin membutuhkan Umpan balik untuk mengukur kinerja mereka, selama ini keberhasilan kecil terlalu di besar-besarkan, namun kegagalan besar terkesan lebih ditutup-tutupi, saya beri contoh kongkrit, kasus BLBI, kasus Century, Kasus lumpur lapindo, kasus Jaksa Agung, Mafia peradilan, mafia kasus, belum lagi kasus Freeport, kasus Newmont, kasus Cepu, DOM Aceh,dll. yang entah bagaimana penyelesaiannya, menjadi dongeng yang tidak enak di dengar telinga atau menjadi pembicaraan sejarah yang memilukan dibahas di dunia internasional.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan suri tauladan untuk anak buahnya, cerminan dari seorang pemimpin adalah tingkah laku anak buahnya, seperti halnya cerminan anak hasil didikan orang tua dan gurunya. Belum lama ini kasus memalukan tentang penoyoran seorang anak kecil yang terjadi oleh pihak pengamanan, perlakuan petugas Paspampres yang melakukan intervensi terhadap pengguna jalan, bisa menjadi parameter cermin dari pemimpinnya. Tujuan pemimpin adalah memobilisasi orang lain agar melayani demi suatu tujuan. Jika perlu berkorban untuk melaksanakan pelayanan. Ketika seseorang mengambil keputusan untuk menjadi pemimpin, maka ia wajib melayani bukan dilayani, karena Pemimpin adalah pelayan untuk yang dipimpin.
Mengutip perkataan Peter Drucker : “Orang belajar paling banyak saat mengajari orang lain”. Dengan demikian maka pemimpin harus menjadi pengajar, karena ketika mereka mengajar mereka sedang belajar. Tidak semua pemimpin melihat dan memahami cara ini, ketika kekeliruan pemahaman terjadi, Rakyat menjadi kelinci uji coba kebijakan, pembaca masih ingat konversi minyak tanah ke gas, berapa banyak korban harta dan nyawa karena kebijakan tersebut,
Mari belajar matematika bersama, berapa jumlah total ledakan yang terjadi hingga hari ini?, berapa rata-rata besaran setiap ledakan, selanjutnya kita jumlahkan dengan quota tragedy, berapa hasilnya? Setara dengan gempa berapa skala richter? Kemudian kita comparasi atau bandingkan dengan tragedy pengeboman di kuningan dan J.W Marriot, Apakah Jumlah tersebut cukup untuk meledakkan Istana dan seisinya. Just kidding….!!!
Kita lanjutkan kembali, sayangnya tidak semua pemimpin cerdas, ini dikarenakan suatu kesalahan fatal memilih pemimpin bukan karena kecerdasan tapi karena tampilan, namun penulis yakin bahwa suatu ketika nanti hal tersebut menjadi pembelajaran terbaik bagi bangsa ini, dan ini juga harus di sadari oleh para pemimpin yang baik dan tidak baik, bahwa kemampuanlah yang harus dominan dibandingkan tampilan.
Bukalah interaksi antara pemimpin dengan yang dipimpin, sehingga dapat dirangkai menjadi peluang emas bersama masyarakat, bukan untuk menaikkan popularitas pribadi ataupun naik gaji sendiri sebagai yang tertinggi, mulailah membuka interaksi kepada masyarakat, jadikan penyelesaian jangan jadikan keluhan apalagi curhatan, jadikan ini kesempatan belajar bagi pemimpin yang cerdas dan tidak cerdas serta yang dipimpinnya.
Penulis sangat meyakini bahwa masyarakat tidak tutup mata dengan keadaan, kritik pedas jadikan bumbu untuk makan sehari, mulai kooperatif jangan main hakim sendiri, fungsikan legislative, kalian sama sama dipilih oleh masyarakat, mulai berbagi tugas, tanggung jawab dan peranan untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan bagi bagi proyek yang menguntungkan pribadi semata, jika semua berjalan dengan baik dan benar, kue otomatis datang, biar kecil halal buat di telan. Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk pembaca dan penulis khususnya, sebagai calon pemimpin yang baik dimasa nanti,
Walaupun kesempurnaan sejati hanya milik Tuhan, namun mengejar kesempurnaan minimal outputnya mendekati kesempurnaan, itu sudah lebih baik, Jadikan bentuk kritik ini adalah kritik cinta (konstruktif), yang diharapkan pembaca dan penulis belajar dari keadaan nyata yang terjadi, hingga pemaknaan dan perbuatan bermakna menjadi pelajaran dan cita cita yang harus kita lakukan demi perbaikan generasi dimasa depan.
YAKIN USAHA SAMPAI
BULETIN MAHASISWA ISLAM
Gagasan dan Ruang Informasi publik
Assalamualaikum, wr.wb.
Segenap jajaran Redaksi Buletin Mahasiswa Islam (BUMI) Insyallah akan melaksanakan Peluncuran perdana Buletin Mahasiswa Islam (BUMI), pada :
Rabu, 15 Desember 2010,
Bertempat di Tepi Kalimalang Unisma 45 Bekasi,
MOHON DOA & RESTU
Semoga menjadi Media Informasi bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Bekasi (red)
Langganan:
Komentar (Atom)