.

BUMI - BULETIN MAHASISWA ISLAM - RUANG GAGASAN DAN MEDIA INFORMASI PUBLIK -

HOT NEWS

- - HOT NEWS - HOT NEWS - HOT NEWS - HOT NEWS - HOT NEWS - -

Setelah melakukan pemeriksaan kurang lebih 7 jam pukul 10.15 WIB, KPK resmi menahan Mochtar Muhammad di rutan Salemba. Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan KPK, terkait kasus korupsi APBD Bekasi tahun 2010 dan suap terkait pemenangan piala Adipura kota Bekasi. ----------------------------------- DI KOTA BEKASI : DI ADAKAN SEMINAR TOLERANSI DAN PERDAMAIAN ANTAR UMAT BERAGAMA Bumi, Bekasi (17/12/2010) Jumat sore bertempat di NIC's Cafe JL. Juanda bekasi, berlangsung seminar Penguatan Kesetaraan Toleransi dan Perdamaian bagi kelompok muda di Bekasi dilaksanakan oleh PC.LAKPESDAM Kota Bekasi, untuk program lanjutan dari acara tersebut Anggota DPR RI Sukur Nababan siap memfasilitasi anggaran biaya setiap bulannya. " saya siap memfasilitasi Rp 15 juta perbulan demi terlaksananya program tersebut" ujarnya, sebagai langkah awal Syukur memberikan dana awal sebesar Rp.25 juta secara kontan"...................................................................Ibadah Jemaat HKBP Bekasi : Menyambut sang Juru Selamat.............

BUMI

BUMI
BULETIN MAHASISWA ISLAM

SELAMAT DATANG

Selamat Membaca

^

Halaman Utama

PEMIMPIN ADALAH PELAYAN BAGI RAKYATNYA OLEH : ADHYP GLANK

Pemimpin yang bagaimana yang dapat mewariskan nilai-nilai positif bagi mereka yang dipimpin ?
Bagaimana cara ia melakukan pewarisan positif terkait masa lalu, masa kini, dan masa depan ?

Kouzes dan Poster mengutip perkataan John Gardner menyatakan bahwa ”Suatu konstituen yang loyal menang ketika orang secara sadar atau tidak menilai pemimpin mereka mampu menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka”.
Banyaknya pengangguran karena Kesulitan mencari pekerjaan, bahan kebutuhan pokok yang mahal dan nyaris tak terjangkau, mahalnya biaya pendidikan, minimnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin , terjadi di negeri ini, belum sepenuhnya dapat dipenuhi, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, naiknya harga BBM hingga membuat ongkos transportasi semakin melambung tinggi, jelas memukul rakyat dengan telak, setelah krisis moneter rakyat bukannya terbebas dari kemiskinan namun ditambah dengan krisis dari isi kepala (pencerdasan), nurani (moralitas dan keimanan), isi perut (kelaparan), hingga isi dompet (kemiskinan). Tulisan ini terbentuk dalam upaya menstimulus nilai kritis dan berharap menjadi sebuah penyelesaian berupa tindakan nyata bagi masyarakat.
Nancy Ortberg, mantan pendeta, dosen di Gereja Willow Creek menyatakan (Kouzes & Posner, 2007: 8) : “Tanpa elemen kepemimpinan yang melayani, yang dapat anda dapatkan mengenai motivasi seseorang adalah tingkat harus. Dengan berlalunya waktu hal itu akan membentuk organisasi yang sempit dan picik…”
Bangsa ini seharusnya mulai menilai secara objektif, apakah pemimpin kita saat ini sudah melaksanakan tugasnya dan melayani dengan baik? Kenapa demikian, karena seorang pemimpin membutuhkan Umpan balik untuk mengukur kinerja mereka, selama ini keberhasilan kecil terlalu di besar-besarkan, namun kegagalan besar terkesan lebih ditutup-tutupi, saya beri contoh kongkrit, kasus BLBI, kasus Century, Kasus lumpur lapindo, kasus Jaksa Agung, Mafia peradilan, mafia kasus, belum lagi kasus Freeport, kasus Newmont, kasus Cepu, DOM Aceh,dll. yang entah bagaimana penyelesaiannya, menjadi dongeng yang tidak enak di dengar telinga atau menjadi pembicaraan sejarah yang memilukan dibahas di dunia internasional.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan suri tauladan untuk anak buahnya, cerminan dari seorang pemimpin adalah tingkah laku anak buahnya, seperti halnya cerminan anak hasil didikan orang tua dan gurunya. Belum lama ini kasus memalukan tentang penoyoran seorang anak kecil yang terjadi oleh pihak pengamanan, perlakuan petugas Paspampres yang melakukan intervensi terhadap pengguna jalan, bisa menjadi parameter cermin dari pemimpinnya. Tujuan pemimpin adalah memobilisasi orang lain agar melayani demi suatu tujuan. Jika perlu berkorban untuk melaksanakan pelayanan. Ketika seseorang mengambil keputusan untuk menjadi pemimpin, maka ia wajib melayani bukan dilayani, karena Pemimpin adalah pelayan untuk yang dipimpin.
Mengutip perkataan Peter Drucker : “Orang belajar paling banyak saat mengajari orang lain”. Dengan demikian maka pemimpin harus menjadi pengajar, karena ketika mereka mengajar mereka sedang belajar. Tidak semua pemimpin melihat dan memahami cara ini, ketika kekeliruan pemahaman terjadi, Rakyat menjadi kelinci uji coba kebijakan, pembaca masih ingat konversi minyak tanah ke gas, berapa banyak korban harta dan nyawa karena kebijakan tersebut,
Mari belajar matematika bersama, berapa jumlah total ledakan yang terjadi hingga hari ini?, berapa rata-rata besaran setiap ledakan, selanjutnya kita jumlahkan dengan quota tragedy, berapa hasilnya? Setara dengan gempa berapa skala richter? Kemudian kita comparasi atau bandingkan dengan tragedy pengeboman di kuningan dan J.W Marriot, Apakah Jumlah tersebut cukup untuk meledakkan Istana dan seisinya. Just kidding….!!!
Kita lanjutkan kembali, sayangnya tidak semua pemimpin cerdas, ini dikarenakan suatu kesalahan fatal memilih pemimpin bukan karena kecerdasan tapi karena tampilan, namun penulis yakin bahwa suatu ketika nanti hal tersebut menjadi pembelajaran terbaik bagi bangsa ini, dan ini juga harus di sadari oleh para pemimpin yang baik dan tidak baik, bahwa kemampuanlah yang harus dominan dibandingkan tampilan.
Bukalah interaksi antara pemimpin dengan yang dipimpin, sehingga dapat dirangkai menjadi peluang emas bersama masyarakat, bukan untuk menaikkan popularitas pribadi ataupun naik gaji sendiri sebagai yang tertinggi, mulailah membuka interaksi kepada masyarakat, jadikan penyelesaian jangan jadikan keluhan apalagi curhatan, jadikan ini kesempatan belajar bagi pemimpin yang cerdas dan tidak cerdas serta yang dipimpinnya.
Penulis sangat meyakini bahwa masyarakat tidak tutup mata dengan keadaan, kritik pedas jadikan bumbu untuk makan sehari, mulai kooperatif jangan main hakim sendiri, fungsikan legislative, kalian sama sama dipilih oleh masyarakat, mulai berbagi tugas, tanggung jawab dan peranan untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan bagi bagi proyek yang menguntungkan pribadi semata, jika semua berjalan dengan baik dan benar, kue otomatis datang, biar kecil halal buat di telan. Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk pembaca dan penulis khususnya, sebagai calon pemimpin yang baik dimasa nanti,
Walaupun kesempurnaan sejati hanya milik Tuhan, namun mengejar kesempurnaan minimal outputnya mendekati kesempurnaan, itu sudah lebih baik, Jadikan bentuk kritik ini adalah kritik cinta (konstruktif), yang diharapkan pembaca dan penulis belajar dari keadaan nyata yang terjadi, hingga pemaknaan dan perbuatan bermakna menjadi pelajaran dan cita cita yang harus kita lakukan demi perbaikan generasi dimasa depan.

YAKIN USAHA SAMPAI