OLEH : ADHYP GLANK
Negara indonesia dikenal dengan negara yang menghasilkan begitu banyak organisasi, jumlahnya sudah hampir mendekati angka 15.000, jumlah yang tak sedikit , begitu banyak golongan dan kalangan membentuk sebuah organisasi dari yang paling muda hingga yang paling tua, tentunya dengan tujuan dan pergerakan berbeda-beda, namun dibalik dari jumlah yang terhitung banyak tersebut, muncul pertanyaan – pertanyaan, diantaranya :
Mengapa ada organisasi ? Pertanggung jawaban nyata organisasi ? Apa hasil nyata organisasi ? Tindak lanjut organisasi ? Bersatukah organisasi ?
Hal tersebut juga menjadi pertanyaan diri pribadi penulis, sehingga penulis mencoba untuk memaparkan gejala – gejala yang terjadi, istilah “pengkotak-kotakan”, seringkali terdengar ketika muncul pertanyaan “kenapa tak bersatu?”, alasannya “Beda Cara Pandang”, “Beda Penerapan” , “Beda Ideologi”, “Beda Organisasi”, “ Beda Pola Pikir”, “Beda Gaya”, “Beda Sifat”, “Beda Sikap”, “Beda Selera”, “Beda Pendapat” sampai masalah pribadi disangkut pautkan dalam sebuah jawaban, sehingga begitu banyak perbedaan – perbedaan lainnya menjadi muncul.
Sadar atau tidak sadar kita memang diciptakan berbeda oleh pencipta karena didalam perut sendiri atau bersama-sama tetap saja ada yang berbeda, apakah perbedaan tersebut menjadi cikal bakal perbedaan yang tidak dapat merealisasikan sebuah bahasa “satu”, kita Satu Pencipta, Satu Alam, Satu Bumi, Satu Negara, Satu Bangsa, Satu Wilayah, Satu Kota, Satu Kelurahan, Satu Desa, Satu Kecamatan, Satu Rukun Warga, Satu Rumah Tangga, Satu Rumah, Satu Ibu, Satu Bapak, Satu Saudara, satuan dari rangkaian yang terkait satu dengan lainnya. Namun muncul pertanyaan “Bagaimana menyatukan pikiran dan jiwa?” jawablah dengan alasanmu menentukan perbedaan, kemudian hancurkan itu semua, jadilah satu, sama sama hancur, sama sama rusak, maka kalian adalah satu pikiran dan satu jiwa yang hancur, segala hal entah itu baik ataupun buruk, Dahsyatnya makna kalimat “Bhineka tunggal Ika”.
Terciptanya surga dan neraka adalah kotak yang dibuat Pencipta setelah alam kehidupan menuju kematian, Bumi dan alam semesta adalah pemersatu dari para penghuni surga dan neraka, terima tidak terima kalian adalah satu.
Jika masih tidak terima, satukan semua perbedaan, “karena tidak mau disatukan” jadikanlah alasan, lalu demo dan hujat lah sang pencipta yang membuat kita seperti ini, Dia lah yang menyatukan dan membedakan kalian. Jika memungkinkan buatlah pencipta menyerah, dengan kalian perkuat diri bernegosiasi bersama, maka dengan cara tersebut kalian akan mampu menyuruh Pencipta mengikuti apa yang kalian inginkan, itu pun jika Pencipta Menyerah, jika setuju Mari bangun kekuatan dari perbedaan dan persatuan menjadi satu, buatlah Pencipta menyerah. Berani?
Dengan hal tersebut, jangan kan menurunkan seorang presiden, menurunkan matahari pun kalian mampu, jangan kan mengubah sistem, merubah kehidupan dunia pun kalian bisa, maka kalian akan mampu menguasai dunia dan alam semesta, karena yang menciptakan alam semesta sudah patuh dan tunduk pada kalian, Egosentrism.
YAKIN KAH USAHA SAMPAI ?