.

BUMI - BULETIN MAHASISWA ISLAM - RUANG GAGASAN DAN MEDIA INFORMASI PUBLIK -

HOT NEWS

- - HOT NEWS - HOT NEWS - HOT NEWS - HOT NEWS - HOT NEWS - -

Setelah melakukan pemeriksaan kurang lebih 7 jam pukul 10.15 WIB, KPK resmi menahan Mochtar Muhammad di rutan Salemba. Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan KPK, terkait kasus korupsi APBD Bekasi tahun 2010 dan suap terkait pemenangan piala Adipura kota Bekasi. ----------------------------------- DI KOTA BEKASI : DI ADAKAN SEMINAR TOLERANSI DAN PERDAMAIAN ANTAR UMAT BERAGAMA Bumi, Bekasi (17/12/2010) Jumat sore bertempat di NIC's Cafe JL. Juanda bekasi, berlangsung seminar Penguatan Kesetaraan Toleransi dan Perdamaian bagi kelompok muda di Bekasi dilaksanakan oleh PC.LAKPESDAM Kota Bekasi, untuk program lanjutan dari acara tersebut Anggota DPR RI Sukur Nababan siap memfasilitasi anggaran biaya setiap bulannya. " saya siap memfasilitasi Rp 15 juta perbulan demi terlaksananya program tersebut" ujarnya, sebagai langkah awal Syukur memberikan dana awal sebesar Rp.25 juta secara kontan"...................................................................Ibadah Jemaat HKBP Bekasi : Menyambut sang Juru Selamat.............

BUMI

BUMI
BULETIN MAHASISWA ISLAM

SELAMAT DATANG

Selamat Membaca

^

17 Des 2010

DI KOTA BEKASI : DI ADAKAN SEMINAR TOLERANSI DAN PERDAMAIAN ANTAR UMAT BERAGAMA

Bumi, Bekasi (17/12/2010) Jumat sore bertempat di NIC's Cafe JL. Juanda bekasi, berlangsung seminar Penguatan Kesetaraan Toleransi dan Perdamaian bagi kelompok muda di Bekasi dilaksanakan oleh PC.LAKPESDAM Kota Bekasi, seharusnya yang menjadi keynote speaker dalam acara tersebut adalah H.Rahmat effendi, namun beliau tidak dapat hadir dan digantikan oleh salah satu perwakilan dari Kesbangpol Kota Bekasi,

Dengan Narasumber diantaranya Imdadun Rahmat selaku wasekjen PBNU, Sukur H Nababan, ST selaku anggota DPR RI, Ronny Hermawan, SH selaku ketua umum DPP Gema Budhi, Stefanus Asat Gusma selaku Ketua Presidium Pusat PMKRI, yang dihadiri beberapa Organisasi Nasional daerah dan LSM di Kota Bekasi.

Acara berlangsung cukup hikmat dan mengahasilkan buah pikir yang positif, salah satunya adalah menggerakkan penyadaran berbangsa dan beragama diseluruh lapisan masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas kerukunan Umat beragama tanpa harus membahas tentang sensitifitas beragama, menerapkan sifat profetik dari setiap ajaran yang dianut sebagaimana agama masing-masing, hal tersebut diungkapkan Adhyp Glank salah satu peserta dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), yang di Amini oleh Sukur Nababan selaku pembicara,

hal tersebut disikapi sehingga memunculkan usulan program berkelanjutan dalam bentuk yang lebih kongkrit dimasyarakat yang diusulkan oleh Aan setiaji perwakilan Peserta dari KAMMI, dalam hal ini Syukur Nababan siap memfasilitasi anggaran biaya setiap bulannya. " saya siap memfasilitasi Rp 15 juta perbulan demi terlaksananya program tersebut" ujarnya, sebagai langkah awal Syukur memberikan dana awal sebesar rp.25 juta secara kontan". (GA)

14 Des 2010

PENYIDIKAN KPK TERKAIT KASUS KORUPSI APBD BEKASI TAHUN 2010 DAN TERKAIT SUAP PEMENANGAN PIALA ADIPURA.




Setelah melakukan pemeriksaan kurang lebih 7 jam pukul 10.15 WIB, KPK resmi menahan Mochtar Muhammad di rutan Salemba. Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan KPK, terkait kasus korupsi APBD Bekasi tahun 2010 dan suap terkait pemenangan piala Adipura kota Bekasi.

"Insya Allah, untuk kepentingan penyidikan, hari ini kita melakukan penahanan," ujar Wakil Ketua KPK, Haryono Umar kepada media.

Kuasa hukum Mochtar, Sirra Prayuna, Jakarta, Senin (13Des 2010). Mengatakan "Kita akan mempertimbangkan melakukan langkah hukum. Tadi belum diperiksa karena sampai sore tadi Pak Mochtar belum menunjuk kuasa hukum, tapi justru yang keluar surat penahanan dari Pak Haryono Umar, Belum diperiksa sudah ditahan,". Menurutnya Pertimbangan dampak lain menurut Sirra akan hal tersebut yakni Terganggunya proses penyelenggaraan di Pemkot Bekasi, sangat mengganggu proses pelayanan masyarakat " tegasnya.

Diluar tampak ramai pendukung dari M2 nama akrab Mochtar Muhammad sang walikota, yang berteriak ketika sang walikota diboyong masuk mobil tahanan KPK berplat nomor B2040BQ dan dibawa menuju Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

13 Des 2010

BUMI EDISI 1




Bismillahi rahmani rahim,
Assalamualaikum, wr.wb.

Segenap jajaran Redaksi Buletin Mahasiswa Islam (BUMI) Insyallah akan melaksanakan Peluncuran perdana Buletin Mahasiswa Islam (BUMI), pada :

Rabu, 15 Desember 2010,
Bertempat di Tepi Kalimalang Unisma 45 Bekasi,

MOHON DOA & RESTU

Semoga menjadi Media Informasi bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Bekasi (red)

Karya Raja Ali Haji




Karya Raja Ali Haji yang mengurai soal bahasa ialah Bustan al-Katibin (1850) dan Kitab Pengetahuan Bahasa (1858). Buku pertama memuat penjelasan tentang pembagian kelas kata yang sampai hari ini masih relevan, dan yang kedua merupakan kamus monolongual Melayu pertama yang disusun penduduk pribumi. Kamus ini mencakup juga kosa kata Melayu yang dipergunakan bangsa-bangsa serumpun di wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam.
Sosok dan karya Raja Ali Haji, akan mendapat pandanan yang lebih luas lagi jika dikaitkan dengan bahasa Melayu yang sejak berabad-abad lalu menyandang fungsi sebagai lingua-franca. Yaitu, bahasa pemersatu yang berkembang secara luas di bandar-bandar Nusantara. Terlepas dari campur-tangan kolonial yang membutuhkan keadaan monolingual untuk mempertalikan daerah jajahan, bahasa Melayu-Riau memang punya potensi besar dicerap lidah berbagai bangsa. Pusat penyebarannya strategis: di gerbang lalu-lintas dunia, Selat Malaka. Para pemakainya meluas dari Semenanjung Malaysia, Riau daratan, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitrnya. Membuat bahasa ini tidak saja gampang diakses dan akomodatif terhadap berbagai etnik Nusantara, tetapi juga menjadi pelintas-batas bangsa serumpun.
Upaya Raja Ali Haji menyusun kamus dan tata-bahasa Melayu, yang notabene ibu bahasa Indonesia itu, merefleksikan pandangan jauh ke depan, terutama dalam wacana bahasa kawasan. Jika mau jujur, momentum inilah yang dihidupkan kembali oleh Sutan Takdir Alisyahbana, sosok alternatif lain tanah air, yang bercita-cita besar menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan internasional. Untuk itu STA berjuang keras menyatukan persepsi dengan bangsa serumpun seperti Malaysia, Singapura, Brunai, termasuk Thailand dan Filipina bagian selatan, tentang pentingnya bahasa Melayu sebagai bahasa kawsan. Maklumlah, jumlah pemakainya paling besar di dunia, kawasan penyebaran strategis dan eksistensinya sebagai bahasa utama di beberapa negara.

NASKAH GURINDAM 12
INILAH GURINDAM DUABELAS NAMANYA
Karya : Raja Ali Haji

Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta shalawatnya Nabi yang akhirul jaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya. Amma ba’du
daripada itu maka tatkala sampailah Hijratun Nabi 1263 Sanah kepada dua puluh tiga hari bulan Rajab hari Selasa mana (…..)
telah ta’ali kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang satu gurindam cara Melayu yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada perkataannya itu pada orang yang ada menaruh akal maka adalah banyaknya gurindam itu hanya dua belas pasal di dalamnya.

Syahdan Adalah beda antara gurindam dengan syair itu aku nyatakan pula bermula arti syair Melayu itu perkataan yang bersajak yang serupa dua berpasang pada akhirnya dan tiada berkehendak pada sempurna perkataan pada satu-satu pasangnya bersalahan dengan gurindam.

Adapun arti gurindam itu yaitu perkataan yang bersajak juga pada akhir pasangannya tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya sahaja jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu
jadi seperti jawab.
Bermula inilah rupanya syair.
Dengarkan tuan suatu rencana
Mengarang di dalam gundah gulana
Barangkali gurindam kurang kena
Tuan betulkan dengan sempurna
Inilah arti gurindam yang di bawah syatar ini
Persamaan yang indah-indah
Yaitu ilmu yang memberi faedah
Aku hendak bertutur
Akan gurindam yang beratur



INI GURINDAAM PASAL YANG PERTAMA
Barang siapa tiada memegang agama


Segala-gala tiada boleh dibilang nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat



INI GURINDAM PASAL YANG KEDUA

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji



INI GURINDAM PASAL YANG KETIGA

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi




INI GURINDAM PASAL YANG KEEMPAT

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah
Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor
Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi

Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih



INI GURINDAM PASAL YANG KELIMA

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai


INI GURINDAM PASAL YANG KEENAM

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi



INI GURINDAM PASAL YANG KETUJUH

Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta
Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itu tanda hampirkan duka
Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih
Apabila banyak mencat (mencacat?) orang
Itulah tanda dirinya kurang
Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut
Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar



INI GURINDAM PASAL YANG KEDELAPAN

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya
Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya
Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar
Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa
Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan
Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka





INI GURINDAM PASAL YANG KESEMBILAN

Tahu pekerjaan tak baik tetapi d**erjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan
Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa
Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja
Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan
Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru


INI GURINDAM PASAL YANG KESEPULUH

Dengan bapa jangan derhaka
Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil

INI GURINDAM PASAL YANG KESEBELAS

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendak jadi kepala
Buang perangai yang cela
Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Hendak marah
Dahulukan hujjah
Hendak dimalui
Jangan memalui
Hendak ramai
Murahkan perangai




INI GURINDAM PASAL YANG KEDUABELAS

Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat
Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta



Tamatlah gurindam yang duabelas pasal yaitu karangan kita
Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu
dua ratus enam puluh tiga kepada tiga likur
hari bulan Rajab Selasa jam pukul lima

Negeri Riau Pulau Penyengat

(sumber : wikipedia & http://gurindampena.wordpress.com/2008/08/07/raja-ali-haji-sosok-alternatif-dan-lingua-franca/ )